PONDASI

27 02 2010

Pondasi merupakan bagian dasar bangunan yang berada didalam tanah dan berfungsi sebagai penahan beban bangunan. Pondasi yang merupakan bagian pokok bangunan harus memiliki konstruksi yang kokoh dan kuat sehingga beban yang di terimanya dapat di alihkan ke tanah. Selain faktor-faktor teknis, faktor ekonomis juga harus di pertimbangkan seperti biaya pembangunan dan pemeliharaannya yang di pengaruhi oleh: galian tanah, volume dan jenis tanah, pengeringan galian, pemancangan, harga bahan, pengangkutan, dan tempat kerja.

Pondasi memiliki beberapa tipe seperti : Pondasi dangkal (Pondasi umpak, pondasi batu bata, Pondasi beton tak bertulang), dan Pondasi dalam (Pondasi Silinder beton/sumuran, dan pondasi tiang). Beban yang bekerja pada pondasi dapat dikategorikan sebagai beban horizontal/beban geser (gaya tekan tanah, gaya angin pada dinding), Beban vertikal/beban tekan dan beban tarik (beban mati dari bangunan, beban hidup dari penghuni, gaya gempa dan gaya angkat air), Momen, dan Torsi.

Sifat fisik dan mekanis tanah dasar dan keadaan air tanah perlu di teliti untuk menentukan sistem dan konstruksi pondasi. Jenis pondasi tergantung pada kondisi tanah dan keadaan lapangan. Pondasi bisa di buat dengan berbagai sistem antara lain:

-          Pondasi Langsung (STAHL) dari batu atau beton

-          Pondasi Foot Plat (Pondasi Telapak)

-          Pondasi Sumuran (Silinder Beton)

-          Pondasi Merata (Slab Foundation)

-          Pondasi Tiang pancang

Keberhasilah bangunan tak lepas dari pondasi yang direncanakan dan diperhitungankan dengan baik. Untuk merencanakan pondasi yang kuat dan sesuai kondisi tanah maka diperlukan jasa perencanaan seperti arsitek ataupun sipil engener. Adapun kriteria pondasi yang baik adalah : penempatan yang tepat dan sesuai, aman dari kelongsoran daya dukung, dan aman dari penurunan akibat beban bangunan diatasnya.





Kepuasan terhadap bangunan

27 02 2010

Bangunan ternyata bisa memberikan efek bagi penggunanya, baik itu efek memuaskan ataupun sebaliknya. Kepuasan sering diartikan sebagai kenyamanan dan keamanan tinggal didalamnya. Namun tidak sedikit pula bangunan memberikan kesan negatif terhadap penghuni. Efek kepuasan terhadap bangunan sebenarnya bisa dikendalikan dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

-          Lokasi

Lokasi yang setrategis bisa memberikan efek memuaskan karena akses dan fasilitasnya biasanya terpenuhi. Banyak rumah atau bangunan yang di tawarkan dengan konsep yang setrategis dan beragam fasilitas untuk menarik minat pembeli. Ketenangan dan ketenteraman dimana lokasi rumah berada juga bisa memberikan kenyamanan.

-          Bentuk Bangunan

Bangunan dengan bentuk yang unik dan memiliki karakter sangat di gemari oleh masyarakat. Hal ini biasanya berhubungan dengan gaya arsitektur tertentu, bisa berupa Minimalis, Kontemporer, Klasik, Art Deko, dan masih banyak lagi. Saat ini yang sedang di gemari oleh orang adalah minimalis desain dengan bentuk-bentuk yang simple dan mengutamakan fungsi. Faktor ini sebenarnya relatif karena bersifat personal atau tergantung selera masing-masing orang.

-          Interior Ruangan

Interior ruangan tidak kalah pentingnya dengan bentuk bangunan karena interior dengan sirkulasi ruang yang baik bisa membuat orang nyaman tinggal di dalamnya. Dalam interior yang di kejar biasanya adalah fungsi dan estetika ruangan. Saat ini banyak arsitek desain interior yang menawarkan jasa untuk mengolah ruang sesuai kebutuhan dan keinginan pemilik rumah agar terpenuhinya kenyamanan. Interior bangunan erat hubungannya dengan sirkulasi, luas ruangan, pembagian susunan ruang, penyinaran matahari, penghawaan, pencahayaan dan lingkungan. Hal-hal tersebut berkaitan erat dengan kondisi iklim, matahari, arah angin, view, dan keadaan lingkungan.

-          Konstruksi Bangunan

Bangunan harus memiliki persyaratan teknis berupa kekuatan konstruksi dan keawetannya. Hal ini tergantung pada besarnya beban dan gaya yang harus di tahan serta kwalitas bahan yang digunakan. Kontruksi bangunan mempunyai beberapa bagian seperti:

  1. Pondasi
  2. Sloof
  3. Kolom
  4. Dinding
  5. Pintu dan jendela
  6. Ring balok
  7. Atap
  8. Perlengkapan saniter
  9. Lantai
  10. Plafond
  11. Instalasi listrik dan titik lampu







Follow

Get every new post delivered to your Inbox.