Pondasi merupakan bagian dasar bangunan yang berada didalam tanah dan berfungsi sebagai penahan beban bangunan. Pondasi yang merupakan bagian pokok bangunan harus memiliki konstruksi yang kokoh dan kuat sehingga beban yang di terimanya dapat di alihkan ke tanah. Selain faktor-faktor teknis, faktor ekonomis juga harus di pertimbangkan seperti biaya pembangunan dan pemeliharaannya yang di pengaruhi oleh: galian tanah, volume dan jenis tanah, pengeringan galian, pemancangan, harga bahan, pengangkutan, dan tempat kerja.
Pondasi memiliki beberapa tipe seperti : Pondasi dangkal (Pondasi umpak, pondasi batu bata, Pondasi beton tak bertulang), dan Pondasi dalam (Pondasi Silinder beton/sumuran, dan pondasi tiang). Beban yang bekerja pada pondasi dapat dikategorikan sebagai beban horizontal/beban geser (gaya tekan tanah, gaya angin pada dinding), Beban vertikal/beban tekan dan beban tarik (beban mati dari bangunan, beban hidup dari penghuni, gaya gempa dan gaya angkat air), Momen, dan Torsi.
Sifat fisik dan mekanis tanah dasar dan keadaan air tanah perlu di teliti untuk menentukan sistem dan konstruksi pondasi. Jenis pondasi tergantung pada kondisi tanah dan keadaan lapangan. Pondasi bisa di buat dengan berbagai sistem antara lain:
- Pondasi Langsung (STAHL) dari batu atau beton
- Pondasi Foot Plat (Pondasi Telapak)
- Pondasi Sumuran (Silinder Beton)
- Pondasi Merata (Slab Foundation)
- Pondasi Tiang pancang
Keberhasilah bangunan tak lepas dari pondasi yang direncanakan dan diperhitungankan dengan baik. Untuk merencanakan pondasi yang kuat dan sesuai kondisi tanah maka diperlukan jasa perencanaan seperti arsitek ataupun sipil engener. Adapun kriteria pondasi yang baik adalah : penempatan yang tepat dan sesuai, aman dari kelongsoran daya dukung, dan aman dari penurunan akibat beban bangunan diatasnya.





















































Recent Comments