Ketergantungan akibat pengaruh lingkungan

23 02 2010

Pada bahasan sebelumya kita sudah membahan bagaimana lingkungan bisa mempengaruhi sifat dan tingkah manusia yang tinggal didalamnya. Disini adalah kelanjutan dari bahasan tersebut, namun lebih spesifik terhadap para pengguna narkoba yang mengalami ketergantungan karena faktor lingkungan mereka. Narkoba (drugs) merupakan zat adiktif yang membuat pemakai merasa ketagihan, dan apabila tidak mengkonsumsi lagi akan mengalami kesakitan. Jenis dan macam narkoba sendiri sangat banyak, sehingga perlu diperhatikan dalam lingkungan masyarakat.

Keberadaan narkoba ini semakin banyak membuat orang terutama anak remaja menjadi ketergantungan. Upaya yang harus dilakukan untuk mengembalikan mereka kejalan yang benar adalah dengan membawa mereka ke Pusat Rehabilitasi Narkoba (Drug Rehab Center). Ditempat ini mereka yang mengalami ketergantungan obat berbahaya tersebut akan mengikuti program rehabilitasi (drug rehab programs). Dengan mengikuti program secara intensif, maka mereka akan mampu berfikir secara rasional untuk tidak memakai brang terlarang tersebut.

Di Pusat Rehabilitasi ini, para pecandu narkoba akan mendapatkan pengobatan (Addiction Recovery dan Addiction Treatment). Dengan upaya mengikuti beberapa treatment yang diadakan di pusat rehabilitasi ini, diharapkan sifat, prilaku, dan cara berfikir mereka akan kembali baik. Lingkungan yang dihadirkan dalam pusat rehabilitasi biasanya bisa mengubah pola fikir mereka.

Di Medan juga terdapat pusat rehabilitasi (drug rehab center) seperti tempat yang ada di daerah sibolangit kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Pusat rehabilitasi para penderita penyalahgunaan narkoba ini menampung lebih kurang 300 penderita yang berasal dari beberapa daerah seperti Pematang Siantar, Sibolga, Medan, dan sekitarnya.

Pusat rehabilitasi yang dibangun pada tahun 2001 ini merawat penderita dengan cara medis, tradisional, spiritual, terapi alami, konseling, dan olahraga. Addiction Treatment yang diberikan ini dikenakan biaya sebesar lebih kurang Rp. 6 juta perbulan setiap penderita. Namun bagi mereka yang tidak mampu tetap diberikan pengobatan dengan bantuan subsidi yang diberikan.

Selain manjalani proses pengobatan, para penderita juga dibekali dengan beberapa keterampilan yang bisa dijadikan modal berusaha di lingkungannya nanti. Keterampilan seperti komputer, berenang, bermain musik, membaca, bercocok tanam, beternak, Bisnis dan lainnya.

Sepulangnya mereka dari tempat rehabilitasi ini diharapkan mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama yaitu terjerumus ke obat-obatan berbahaya. Peran keluarga sebagai lingkungan dimana dia tinggal sangat diharapkan bisa membantu mengarahkan pola fikir dan sifat mereka.

Disinilah sekali lagi kita bisa melihat berapa pentingnya suatu lingkungan berpengaruh terhadap karakter dan sifat manusia. Peran arsitek diharap bisa membuat suatu lingkungan binaan yang tidak memberi peluang akan hadirnya ruang-ruang negatif yang membuat pemakai merasa tertekan dan tidak nyaman. Sehingga mereka berusaha membuat ketidaknyamanan mereka dengan lari ke obat-obatan berbahaya seperti narkoba (Drugs). Mungkin kita tidak berfikir sejauh itu, namun sedikit banyak itulah fenomena yang terjadi.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: