Memudarnya Citra Kawasan Kesawan

23 02 2010

Kesawan adalah nama tempat di Kota Medan yang menjadi bukti sejarah masa kolonial Belanda. Banyak bangunan sejarah yang masih tersisa ditengah gempuran bangunan-bangunan baru yang tidak memperhatikan keberadaannya.

Kesawan adalah kawasan tua dengan karakter yang kuat, terletak dipusat kota Medan, dan mampu menceritakan sejarah masa lalunya yang merupakan bagian dari sejarah terbentuknya kota Medan. Struktur tempat ( ruang dan karakter ) Kesawan dapat dilihat melalui susunan massa dan ruangnya yang membentuk jaringan kompleks, bagaikan sebuah teks yang baru dapat dibaca apabila bagian-bagian pembentuknya diuraikan satu persatu secara detail, yang menyimpulkan jiwa dari arsitektur kawasan ini.

Karena lokasinya yang strategis sebagai jalur yang ramai, didukung dengan letaknya yang berdampingan dengan Esplanade ( sekarang Lapangan Merdeka ), yang merupakan pusat orientasi urban, dan kantor pos & giro pusat serta stasiun kereta api Medan – Belawan, kesawan berkembang menjadi sebuah kawasan tersendiri.

Kapling yang relatif sempit pada kesawan menjadi ciri khas tersendiri. Kepadatan yang menjadi ciri khas pemukiman Cina disesuaikan dengan cara hidup dimana pada lantai dasar sebagai tempat usaha dan lantai atas berfungsi sebagai tempat tinggal. Karena persil bangunan yang relatif kecil, bangunan dibangun berbentuk ruko berlantai dua yang berhimpitan satu dengan yang lain, sedangkan bangunan sudut diolah khusus dengan bukaan kejalan-jalan pendukung.

Bangunan lama pada kesawan umumnya berlantai dua. Konfigurasi ini membentuk suatu kesatuan dimana bangunan duduk diatas bumi dengan kokoh. Hanya bangunan sudut yang relatif lebih tinggi dan memberi kesan menjulang kelangit. Konfigurasi ini juga mendekatkan alam (langit) dengan manusia dan memungkinkan sinar matahari mencapai bangunan, mengingat ukuran jalan yang tidak begitu lebar.

Bangunan di Kesawan dibangun sebagai pelengkap terhadap alam dan dikondisikan bersahabat dengan alam. Bangunan memiliki atap yang dominan dan bukaan yang besar serta arcade. Selain itu simbolisasi dipergunakan untuk melambangkan eksistensi manusia. Penggunaan dan penggabungan berbagai motif dan ornament Melayu, Cina, dan Eropa mendominasi bangunan. Ada beberapa bangunan sejarah yang masih ada seperti Gedung Lonsum, Tjong A Fie Mansion, Restoran Tip Top, dan lainnya.

Seiring dengan berkembangnya zaman dan kebutuhan manusia yang serba kompleks, kehadiran bangunan baru yang tidak kontekstual dengan bangunan baru yang bersejarah tidak dapat dielakkan lagi. Bangunan masif yang menjulang hadir mewarnai citra kawasan kesawan. Pemakaian material yang mencolok, warna yang kontras, dan ketinggian yang ekstrim membuat carut marutnya kawasan ini.

Selain kondisi bangunan baru yang tak terkendali, hadirnya street furniture berupa lampu jalan, papan reklame, dan lainnya membuat lengkap sudah kesemerawutan kawasan ini. Tak terkonsep, tak terencana, dan tak diperhatikan. Itulah yang bisa diucapkan untuk menggambarkan kondisi ini.

Beberapa hal yang merusak citra kawasan kesawan antara lain :

–         Skyline kawasan tak teratur dengan hadirnya bangunan baru yang menjulang tinggi.

–         Fasade yang tidak kontekstual dan seirama dengan bangunan lama

–         Continuitas arcade dengan bentuk busur (arc) hilang dengan adanya aktifitas perdagangan di daerah tersebut.

–         Munculnya material bangunan seperti kaca dan aluminium yang tidak memiliki karakter terhadap bangunan lama.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa konsep dasar penataan terhadap struktur tempat sekarang berubah, sehingga mengaburkan orientasi dan menimbulkan identifikasi yang rancu yang mulai merusak totalitas Kesawan. Hasil analisa juga menunjukkan bahwa perubahan dominan yang terjadi adalah terhadap system of place, konstitusi formal, artikulasi formal, dan fasade dari struktur tempat.

Adanya bangunan baru yang terdapat pada deretan bangunan lama di kawasan Kesawan ini sangat berpengaruh terhadap citra kawasan. Suatu kawasan yang seharusnya tetap dipertahankan fungsinya sebagai kawasan bangunan lama tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya, kini pada kenyataannya telah banyak bangunan baru yang bermunculan pada kawasan ini yang secara fisik tidak lagi menggambarkan bangunan yang sesuai dengan citra kawasan.

Dalam dekade terakhir ini kesawan mulai dikaburkan oleh penegembangan bangunan baru yang kurang mempertimbangkan struktur tempat dan tidak menghormati tempat. Jika keadaan ini berlangsung terus maka dipastikan Kesawan akan hilang dan digantikan dengan alienasi lingkungan.


Actions

Information

3 responses

5 03 2010
Danau Toba, Pesona Eksotis di Sumatera Utara « @nstone_Architecture Design & Business Info

[…] khas daerahnya. Di salah satu daerah yang bisa ditempuh dalam waktu tiga sampai empat jam dari Kota Medan terdapat pesona alam yang menakjubkan dan eksotis. Pesona alam berupa hamparan air yang membiru dan […]

25 02 2011
andre

pemerintah bodoh……
karna kesawan bisa di hidupkan kembali,,,bukan malah mengganti gedung-gedung lama jadi yg baru,,
klu mau pemasukan bertambah binalah objek2 wisata yg ada..
ntah kmna pikiran pejabat2 yg tadak otak tu….tau nya hanya duit saja,,,,,,,,,

6 01 2012
toba lake « Manuel I G

[…] khas daerahnya. Di salah satu daerah yang bisa ditempuh dalam waktu tiga sampai empat jam dari Kota Medan terdapat pesona alam yang menakjubkan dan eksotis. Pesona alam berupa hamparan air yang membiru dan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: