Pulau Samosir

11 03 2010

Berwisata ke Danau Toba belum lengkap rasanya kalau tidak singgah ke pulau kecil yang ada ditengahnya. Pulau apa lagi kalau bukan Pulau Samosir. Pulau ini merupakan pulau vulkanik dengan ketinggin 1.000 m diatas permukaan laut.

Untuk sampai ke pulau ini bisa menggunakan transportasi air berupa feri atau kapal yang disediakan dari kota Parapat. Bagi pengunjung yang ingin membawa kendaraan ke Pulau Samosir, maka Feri sebagai alat penyeberangan dapat ditemukan di Penyeberangan Aji Bata. Bagi pengunjung yang ada di Perapat bisa menggunakan kapal kecil untuk menyeberang. Disepanjang perjalanan menuju Pulau Samosir akan kita temukan beberapa aktifitas anak-anak yang berenang mengambil koin dari penumpang yang dilempar ke danau.

Legenda Batu Gantung juga bisa disaksikan disekitar Pulau Samosir ini. Pusat aktifitas wisatawan di pulau ini terletak di Tuktuk yang bisa dicapai dengan feri dari Parapat atau melalui jalur darat mengitari pinggiran Danau Toba melalui Pangururan. Di Tuktuk banyak disuguhkan aneka hasil seni berupa baju, ukiran, dan hasil seni lainnya yang bisa dijadikan oleh-oleh sebagai kenangan.





Pesanggarahan Soekarno di Berastagi

9 03 2010

Di Provinsi Sumatera Utara tepatnya di Berastagi Tanah Karo terdapat bangunan sejarah yang dulu pernah dijadikan tempat pengasingan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno selama 23 hari. Akses menuju tempat ini cukup mudah dan jarak tempuhnya tidak terlalu jauh dari Kota Medan. Pesanggarahan ini berada tidak jauh dari Bukit Kubu yang ada di Berastagi. Bangunan sederhana ini dihiasi dengan monumen berupa patung Presiden Soekarno yang sedang duduk diatas pelataran yang ada didepan rumah.

Monumen Bung Karno depan Pesanggrahanya di Berastagi Tanah Karo Sumatera Utara (1948) diresmikan pada tanggal 21 Juni 2005 oleh Guruh Sukarno Putra (Ketua Umum Yayasan Bung Karno) dan H.T Rizal Nurdin (Gubernur Sumatera Utara pada masa itu). Pada Monumen ini tertulis

PUSARA ADALAH LAMBANG KESINAMBUNGAN

HIDUP! MATI! DALAM PERJUANGAN

BAHANA KEKAL PANGGILAN BUNG KARNO

DARI BLITAR SAMPAI KE TANAH KARO

Sitor Situmorang

Tempat ini mungkin tak banyak dikenal orang, namun tetap saja ada yang masih perduli. Beberapa orang yang datang ketempat ini tidak hanya sekedar melihat-lihat, tetapi ada juga yang melakukan riset atau kunjungan belajar terutama bagi mahasiswa dan pelajar. Sebagai masyarakat yang menghargai jasa Pahlawan, maka layak lah kita melestarikan peninggalannya untuk mengenang perjuangannya.

Didalam rumah peninggalan sejarah ini masih terdapat beberapa benda asli yang dulu dipergunakan oleh Soekarno selama tinggal disini. Tempat tidur, kursi, lemari, meja makan, gantungan baju, dan lainnya masih utuh dan terpelihara dengan baik. Semua peninggalan itu menjadi bukti sejarah keberadaan Presiden Soekarno di berastagi.

Setelah diasingkan di Berastagi, Soekarno kemudian dipindahkan ke Pesanggarahan yang ada di kota Parapat Danau Toba. Rumah yang ada di tepian Danau Toba masih berdiri kokoh dan menjadi bukti sejarah.