Pulau Samosir

11 03 2010

Berwisata ke Danau Toba belum lengkap rasanya kalau tidak singgah ke pulau kecil yang ada ditengahnya. Pulau apa lagi kalau bukan Pulau Samosir. Pulau ini merupakan pulau vulkanik dengan ketinggin 1.000 m diatas permukaan laut.

Untuk sampai ke pulau ini bisa menggunakan transportasi air berupa feri atau kapal yang disediakan dari kota Parapat. Bagi pengunjung yang ingin membawa kendaraan ke Pulau Samosir, maka Feri sebagai alat penyeberangan dapat ditemukan di Penyeberangan Aji Bata. Bagi pengunjung yang ada di Perapat bisa menggunakan kapal kecil untuk menyeberang. Disepanjang perjalanan menuju Pulau Samosir akan kita temukan beberapa aktifitas anak-anak yang berenang mengambil koin dari penumpang yang dilempar ke danau.

Legenda Batu Gantung juga bisa disaksikan disekitar Pulau Samosir ini. Pusat aktifitas wisatawan di pulau ini terletak di Tuktuk yang bisa dicapai dengan feri dari Parapat atau melalui jalur darat mengitari pinggiran Danau Toba melalui Pangururan. Di Tuktuk banyak disuguhkan aneka hasil seni berupa baju, ukiran, dan hasil seni lainnya yang bisa dijadikan oleh-oleh sebagai kenangan.

Advertisements




Pesanggarahan Soekarno di Parapat

9 03 2010

Setelah Presiden Soekarno diasingkan di Berastagi, karena alasan keamanan maka pada tanggal 1 Januari 1949 beliau dipindahkan ke Kota Parapat. Di sebuah rumah di tepi Danau Toba inilah beliau dipindahkan dan untuk beberapa saat tinggal disini. Agus Salim dan Sutan Syahrir juga ikut dipindahkan ketempat ini.

Berjalan-jalan di Parapat dengan pemandangan Danau Toba yang menakjubkan, kita juga bisa mengunjungi kawasan sejarah berupa bangunan kuno tempat Presiden Pertama Indonesia diasingkan dulu pada masa penjajahan Kolonial Belanda. Bila kita berdiri di bangunan dan memandang kedepan, maka akan terpampang dengan jelas keindahan Pulau Samosir yang dibatasi Danau Toba. Keindahan itu akan sangat sempurna tatkala matahari terbit ataupun terbenam. Dari sini jelas sekali perpindahan matahari tersebut.

Bangunan berarsitektur neoklasik atau indische Architectuur ini dibangun pada tahun 1820 dengan ukuran 10 x 20 m dan dikelilingi taman yang luas serta berkontur seluas 2 Ha.

Di Rumah dua lantai inilah Presiden Soekarno ditawan selama satu setengah bulan. Bukti keberadaan beliau terlihat dari beberapa lukisan dan perabotan rumah yang dulu dipakai oleh beliau. Beberapa diantaranya seperti Ruang dan tempat tidur, kursi ukir, lukisan, foto, koleksi buku, dan lainnya masih terawat dengan baik di rumah ini.