Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara

24 03 2010

Kabupaten Pakpak Bharat adalah salah satu kabupaten di Sumatera Utara, Indonesiayang terbentuk tanggal 25 Februari 2003 hasil dari pemekaran Kabupaten Dairi. Pakpak Bharat terletak di kaki pegunungan Bukit Barisan. Kegiatan perekonomian terfokus pada perkebunan dengan penduduk etnis pakpak (hampir 90%).

Adapun batas wilayah Kabupaten Pakpak Bharat adalah :

– Utara : Kabupaten Dairi (Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Lae Parira, dan Sidikalang)

– Selatan : Kabupaten Humbang Hasundutan (Kecamatan Tarabintang) dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Kecamatan Manduamas)

– Barat : Provinsi Aceh (Kabupaten Aceh Singkil)

– Timur : Kabupaten Dairi (Kecamatan Parbuluan), Kabupaten Toba Samosir (Kecamatan Harian) dan Kabupaten Humbang Hasundutan (Kecamatan Parlilitan)

Ibukota Pakpak Bharat adalah Kota Salak dengan Luas 1.218,3 km² dan Jumlah penduduk 35.378 jiwa (2007). Kepadatan 29 jiwa/km² memiliki 8 Kecamatan, 36 Desa/kelurahan dengan dasar hukum UU No.9 Tahun 2003 Tanggal 25 Februari 2003 yang merupakan hari jadi Pakpak Bharat.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pakpak_Bharat





Pulau Samosir

11 03 2010

Berwisata ke Danau Toba belum lengkap rasanya kalau tidak singgah ke pulau kecil yang ada ditengahnya. Pulau apa lagi kalau bukan Pulau Samosir. Pulau ini merupakan pulau vulkanik dengan ketinggin 1.000 m diatas permukaan laut.

Untuk sampai ke pulau ini bisa menggunakan transportasi air berupa feri atau kapal yang disediakan dari kota Parapat. Bagi pengunjung yang ingin membawa kendaraan ke Pulau Samosir, maka Feri sebagai alat penyeberangan dapat ditemukan di Penyeberangan Aji Bata. Bagi pengunjung yang ada di Perapat bisa menggunakan kapal kecil untuk menyeberang. Disepanjang perjalanan menuju Pulau Samosir akan kita temukan beberapa aktifitas anak-anak yang berenang mengambil koin dari penumpang yang dilempar ke danau.

Legenda Batu Gantung juga bisa disaksikan disekitar Pulau Samosir ini. Pusat aktifitas wisatawan di pulau ini terletak di Tuktuk yang bisa dicapai dengan feri dari Parapat atau melalui jalur darat mengitari pinggiran Danau Toba melalui Pangururan. Di Tuktuk banyak disuguhkan aneka hasil seni berupa baju, ukiran, dan hasil seni lainnya yang bisa dijadikan oleh-oleh sebagai kenangan.





Pesanggarahan Soekarno di Parapat

9 03 2010

Setelah Presiden Soekarno diasingkan di Berastagi, karena alasan keamanan maka pada tanggal 1 Januari 1949 beliau dipindahkan ke Kota Parapat. Di sebuah rumah di tepi Danau Toba inilah beliau dipindahkan dan untuk beberapa saat tinggal disini. Agus Salim dan Sutan Syahrir juga ikut dipindahkan ketempat ini.

Berjalan-jalan di Parapat dengan pemandangan Danau Toba yang menakjubkan, kita juga bisa mengunjungi kawasan sejarah berupa bangunan kuno tempat Presiden Pertama Indonesia diasingkan dulu pada masa penjajahan Kolonial Belanda. Bila kita berdiri di bangunan dan memandang kedepan, maka akan terpampang dengan jelas keindahan Pulau Samosir yang dibatasi Danau Toba. Keindahan itu akan sangat sempurna tatkala matahari terbit ataupun terbenam. Dari sini jelas sekali perpindahan matahari tersebut.

Bangunan berarsitektur neoklasik atau indische Architectuur ini dibangun pada tahun 1820 dengan ukuran 10 x 20 m dan dikelilingi taman yang luas serta berkontur seluas 2 Ha.

Di Rumah dua lantai inilah Presiden Soekarno ditawan selama satu setengah bulan. Bukti keberadaan beliau terlihat dari beberapa lukisan dan perabotan rumah yang dulu dipakai oleh beliau. Beberapa diantaranya seperti Ruang dan tempat tidur, kursi ukir, lukisan, foto, koleksi buku, dan lainnya masih terawat dengan baik di rumah ini.





Pesanggarahan Soekarno di Berastagi

9 03 2010

Di Provinsi Sumatera Utara tepatnya di Berastagi Tanah Karo terdapat bangunan sejarah yang dulu pernah dijadikan tempat pengasingan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno selama 23 hari. Akses menuju tempat ini cukup mudah dan jarak tempuhnya tidak terlalu jauh dari Kota Medan. Pesanggarahan ini berada tidak jauh dari Bukit Kubu yang ada di Berastagi. Bangunan sederhana ini dihiasi dengan monumen berupa patung Presiden Soekarno yang sedang duduk diatas pelataran yang ada didepan rumah.

Monumen Bung Karno depan Pesanggrahanya di Berastagi Tanah Karo Sumatera Utara (1948) diresmikan pada tanggal 21 Juni 2005 oleh Guruh Sukarno Putra (Ketua Umum Yayasan Bung Karno) dan H.T Rizal Nurdin (Gubernur Sumatera Utara pada masa itu). Pada Monumen ini tertulis

PUSARA ADALAH LAMBANG KESINAMBUNGAN

HIDUP! MATI! DALAM PERJUANGAN

BAHANA KEKAL PANGGILAN BUNG KARNO

DARI BLITAR SAMPAI KE TANAH KARO

Sitor Situmorang

Tempat ini mungkin tak banyak dikenal orang, namun tetap saja ada yang masih perduli. Beberapa orang yang datang ketempat ini tidak hanya sekedar melihat-lihat, tetapi ada juga yang melakukan riset atau kunjungan belajar terutama bagi mahasiswa dan pelajar. Sebagai masyarakat yang menghargai jasa Pahlawan, maka layak lah kita melestarikan peninggalannya untuk mengenang perjuangannya.

Didalam rumah peninggalan sejarah ini masih terdapat beberapa benda asli yang dulu dipergunakan oleh Soekarno selama tinggal disini. Tempat tidur, kursi, lemari, meja makan, gantungan baju, dan lainnya masih utuh dan terpelihara dengan baik. Semua peninggalan itu menjadi bukti sejarah keberadaan Presiden Soekarno di berastagi.

Setelah diasingkan di Berastagi, Soekarno kemudian dipindahkan ke Pesanggarahan yang ada di kota Parapat Danau Toba. Rumah yang ada di tepian Danau Toba masih berdiri kokoh dan menjadi bukti sejarah.





Danau Toba, Pesona Eksotis di Sumatera Utara

5 03 2010

Objek wisata di Sumatera Utara sangat beragam, dari panorama alam yang indah, budaya masyarakat, kesenian, kerajinan, maupun makanan khas daerahnya. Di salah satu daerah yang bisa ditempuh dalam waktu tiga sampai empat jam dari Kota Medan terdapat pesona alam yang menakjubkan dan eksotis. Pesona alam berupa hamparan air yang membiru dan terbentang luas itu tak lain adalah Danau Toba. Danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 km dan lebar 30 km ini sangat terkenal di indonesia maupun mancanegara.

Danau toba menurut cerita sejarah terbentuk akibat adanya ledakan dahsyat yang terjadi sekitar 73.000 – 75.000 yang lalu. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut. Kejadian ini menyebabkan kematian masal dan membentuk cekungan besar yang kemudian berisi air dan menjadi danau seperti yang kita lihat sekarang ini. Ditengah danau terdapat pulau samosir dengan ketinggian 1.000 m diatas permukaan laut.

Keindahan panorama danau bisa dinikmati sepanjang pesisir danau. Dari bererapa tempat disekitarnya danau ini tetap terlihat eksotis. Bicara Danau toba pasti kita tak lepas dengan tempat-tempat disekitarnya seperti parapat, tuktuk, samosir, dan daerah sepanjang tepi danau toba ini.

Perhatian pemerintah semakin ditingkatkan untuk perkembangan daerah wisata ini. Beberapa acara untuk promosi dan menarik minat pengunjung dilakukan disini. Salah satu acara tahunan yang digelar disini adalah Pesta Danau Toba yang digelar di Kota Parapat. Serangkaian pertunjukan dan atraksi seni dan budaya ditampilkan disini. Sambutan dan kemeriahan pesta akbar ini bisa menyedot para pengunjung baik lokal maupun manca negara.

Bila kita berkunjung ke Danau Toba maka yang kita lihat selain pesona Danau yang menakjubkan juga aktivitas penduduk dengan budaya batak yang khas. Pernak-pernik khas Danau Toba sangat mudah diperoleh untuk dijadikan cinderamata.

Di Danau Toba banyak aktivitas yang bisa kita lakukan, dari berenang di tepi danau dengan pelampung dan ban, berjalan santai menikmati pemandangan danau, dan memilih cinderamata untuk dibawa pulang. Hiasan, ukiran, baju, dan aneka kerajinan ada di Danau Toba.

Bagi anda yang sudah pernah kemari, pasti ingin sekali kembali datang dan menikmati keindahan alam danau yang tak habis dari waktu kewaktu. Apalagi bagi anda yang belum pernah kemari. Ayo buruan datang dan buktikan sendiri. Pasti anda akan terpesona dengan hamparan Danau Toba yang eksotis ini.





ISTANA MAIMOON, Aset Bangunan Sejarah Kota Medan

28 02 2010

Bangunan yang berdiri kokoh di Jl. Brigjen Katamso No.55 Medan Sumatera Utara dikenal sebagai bangunan sejarah yang mempunyai daya tarik bagi wisatawan. Istana Maimoon (Maimun) atau juga dikenal dengan istana putri hijau yang didominasi oleh warna kuning memiliki nilai sejarah dan budaya.

Sejarah bangunan akan kita temukan dibagian depan area parkir pada prasasti dan juga kedua kolom depan bangunan. Disini dijelaskan bahwa bangunan didirikan pada masa pemerintahan sultan deli Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alam Shah  tanggal 26 agustus 1888. Perpaduan unsur-unsur kebudayaan melayu dengan gaya islam, spanyol, india, dan italia merupakan hasil karya arsitek Kapten Th. van Erp (tentara KNIL). Bangunan berdiri diatas tanah seluas 2.722 m²  menghadap timur dengan tinggi 14,4 m (2 lantai). Bagian depan terdapat 28 anak tangga berundak dengan marmer asal italia yang menghubungkan bagian luar kedalam bangunan.

Berbicara tentang bangunan maka tak lepas dari beberapa langgam arsitektur yang melekat sebagai ciri khas bangunan. Disini sangat kental sekali perpaduan arsitektur dari beberapa negara. Selain khas melayu juga terdapat langgam khas islam, india, spanyol, dan italia.

Khasarsitektur melayu terlihat jelas dengan warna kuning sebagai ciri khas melayu. Pola bangunan yang memanjang dan bertingkat dua, dan ukiran-ukiran khas melayu jelas terlihat pada interior dan lesplank atap dengan bentuk pucuk rebung. Bentuk awan boyan yang terdapat pada dinding bangunan juga merupakan ciri khas melayu.

Langit-langit dengan pola kubisme merupakan perpaduan langgam arsitektur india moghul. Selain itu juga terdapat ciri arsitektur arab (islam) dengan bentuk-bentuk arcade setengah lingkaran pada tiang-tiang bangunan. Kubah yang berada di depan juga mengadopsi langgam arsitektur islam. Marmer yang langsung diimpor dari italia menjadi perpaduan yang unik dalam bangunan ini. Bentuk pintu dan jendela banyak mengadopsi arsitektur belanda dan spanyol.

Istana Maimoon banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Sebagai aset bangunan sejarah yang ada di Kota Medan, pelajar dan mahasiswa juga banyak yang melakukan riset atau kunjungan belajar ke istana ini untuk mengetahui seluk beluk bangunan.

Pertama sekali kita datang ketempat ini pasti akan terlihat bangunan kecil khas arsitektur karo disebelah kanan istana. Bangunan ini merupakan tempat penyimpanan meriam puntung yang berhubungan erat dengan legenda putri hijau. Pedagang pernak-pernik juga banyak disekitar bangunan yang menyuguhkan aneka macam barang sebagai cinderamata.

Dibagian depan bangunan lebih kurang 10 m terdapat altar yang dulunya merupakan tempat berdirinya patung dan air mancur. Disini kita bisa berfoto dengan baground bangunan istana maimoon. Duduk santai bersama teman sambil menikmati keindahan bangunan juga bisa jadi alternatif.

Beranjak dari luar bangunan, maka kita akan mendapati tangga menuju pintu masuk. Disini pengunjung harus melepas alas kaki untuk mejaga kebersihan dan kesopanan didalam istana. Pintu utama yang besar diapit oleh dua ukiran yang unik di kiri kanannya. Setelah kita masuk didalam ruangan, maka kita akan mendapati kemegahan interior dengan ornamen-ornamen yang sangat khas. Lampu gantung kristal menambah suasana megah dan mewah didalam ruangan.

Berfoto sambil menikmati suasana ruangan istana tak lengkap bila anda belum melihat aneka macam aksesoris cinderamata yang ada didalam istana. Tak hanya Cinderamata yang ditawarkan, anda juga bisa mengenakan pakaian adat khas melayu layaknya seorang raja dan permaisuri hanya dengan Rp. 15.000,-.

Berbicara soal keindahan istana maimoon sepertinya tidak ada habisnya. Banyak sekali hal yang bisa dipelajari dan dilihat sebagai suatu pengalaman. Jadi jangan lupa anda mampir ke Istana Maimoon jika berada di Kota Medan. Pasti anda akan terpesona dengan keindahannya.